This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 13 Desember 2010

tidak mencontek lebih baik


Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah ketika jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr / pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik. Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :

1. Belajar Kelompok Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orangtua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.

Semoga tips cara belajar yang benar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, amin.

Hubungan antara harga diri dengan sikap terhadap perokok pada remaja awal


Masa remaja adalah masa tumbuh dan berkembang dimana terjadi perubahan kualitatif secara fisik dan psikis. Masa remaja disebut sebagai masa kritis karena pada masa ini remaja banyak mengalami konflik. Perubahan- perubahan pesat yang terjadi pada masa remaja menimbulkan keraguan, perasaan tidak mampu, tidak aman dan dalam banyak kasus mengakibatkan perilaku yang kurang baik. Remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai bagi dirinya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orang tuanya. Kesalahan yang diperbuat para remaja hanya akan menyenangkan teman sebayanya. Hal ini karena mereka semua memang sama-sama masih dalam masa mencari identitas (Uttamo, 2000). Kenikmatan tabu yang dianggap simbolik orang dewasa digunakan oleh remaja di Amerika sebagai bentuk reaksi pencapaian status. Kenikmatan tabu yang paling umum dilakukan adalah hubungan seks sebelum menikah, merokok, minum minuman keras dan penggunaan berbagai macam obat-obatan (Hurlock, 1990: 213). Bagi remaja merokok merupakan lambang kematangan, remaja lebih banyak menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok sebaya bila memang ingin diidentifikasikan dengan kelompok sebaya dan tidak mau lagi dianggap anak-anak melainkan hampir dewasa. Penelitian Hidayati (2003) membuktikan adanya korelasi positif (r = 0,749; p = 0,01) yang sangat signifikan antara konformitas terhadap kelompok dengan perilaku merokok remaja. Semakin tinggi konformitas terhadap kelompok maka semakin tinggi perilaku merokok remaja. Perilaku merokok merupakan perilaku yang merugikan kesehatan. Baik kesehatan perokok itu sendiri maupun kesehatan orang lain yang berada di sekitar perokok. Diketahui bahwa rokok mengandung 4000 zat kimia berbahaya bagi kesehatan dan tidak diperlukan tubuh manusia. Merokok beberapa isapan saja sudah meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, kekurangan oksigen, tersengal-sengal, batuk, mual dan sakit kepala. Laporan menunjukkan tiga puluh persen kematian akibat kanker disebabkan karena kebiasaan merokok, demikian pula 21 persen kematian akibat penyakit jantung dan 82 persen kematian akibat sakit paru-paru kronis (Santrock, 2003: 550). Merokok berperan sebagai gerbang utama penyalahgunaan obat-obatan dalam bentuk lain. Pada awalnya sepertiga anak muda yang hanya mencoba-coba akhirnya menjadi ketagihan pada umur 20 tahun. Perokok dewasa-muda 100 kali lebih mungkin untuk menghisap ganja dan menggunakan obat-obatan lain seperti kokain dan heroin di masa depannya. Merokok khususnya berbahaya untuk remaja karena tubuh mereka masih berkembang dan berubah sehingga bahan-bahan kimia dalam rokok dapat mempengaruhi proses perkembangannya tersebut (Yayasan Cinta Anak Bangsa, 2001). Perilaku merokok yang dilakukan remaja tidak pernah surut meskipun mereka tahu akan bahaya yang ditimbulkan akibat merokok. Usia merokok setiap tahun semakin muda. Bila dulu orang berani merokok biasanya mulai Sekolah Menengah Pertama, maka sekarang anak-anak Sekolah Dasar kelas 5 sudah mulai banyak yang merokok secara diam-diam (Mu`ttadin, 2002). Kenyataan saat ini, banyak remaja Indonesia yang merokok. Berdasarkan penelitian 40 tahun di Inggris, yang dipublikasikan pada tahun 1990, sekitar 50% perokok mulai merokok di usia remaja. Hasil survei pada 1994 terhadap 1.000 responden dewasa menunjukkan 41,5% mulai merokok pada usia 15-22 tahun, 31% pada usia 10-17 tahun, dan 11% sebelum usia 10 tahun (Tresnawati, 2001). Sedangkan pada tahun 2000, hasil penelitian Global Youth Tobacco menunjukkan dari 2.074 responden pelajar Indonesia usia 15-20 tahun 43,9% (pria 63 persen dan 18,8 persen wanita) mengaku pernah merokok (Gatra, 17 Maret 2003). Penelitian menunjukkan jumlah remaja yang mulai merokok meningkat tajam setelah usia 10 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 13 atau 14 tahun (Escobedo, dkk, 1993). Siswa yang mulai merokok pada usia 12 tahun atau lebih muda, lebih cenderung menjadi perokok berat dan merokok secara teratur daripada siswa yang mulai merokok pada usia yang lebih tua (Santrock, 2003: 550). Bagi remaja merokok sering kali diasosiasikan baik secara sadar maupun tidak sadar dengan kesan makin seksi, makin berani, tidak kolot (modern) serta memberikan kesan dewasa, jantan dan gagah (Danusantoso, 1993: 7). Alasan ``ingin tampak mengesankan `` adalah alasan paling umum yang dilontarkan para remaja mengapa mereka mulai merokok (Armstrong, 1995: 31). Sejak bertahun-tahun lalu, Indonesia sudah gencar menganjurkan remaja untuk tidak merokok. Misalnya melarang merokok di rumah dan sekolah dengan ancaman hukuman, atau menakut-nakuti lewat poster, ceramah, dan bacaan tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Tapi dua metode itu tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Karena di mata remaja, tidak ada orang meninggal karena merokok (Kompas, 27 September 2004). Menurut Purwanti, psikolog dari Universitas Indonesia (Kompas, Humaniora, Senin 27 September 2004) perilaku merokok pada remaja berkaitan erat dengan pergaulan dan harga diri. Hal tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan Richard Strauss terhadap remaja obesitas dan non-obesitas. Hasil yang sama menunjukkan bahwa remaja yang mengalami penurunan harga diri karena mengalami obesitas ataupun tidak, secara signifikan merokok dan mengkonsumsi alkohol (Pediatrics Vol.105 No.1 January 2000, p.e15). Gambaran tubuh yang menarik merupakan salah satu kebahagian remaja awal. Hanya sedikit remaja yang mengalami kateksis tubuh atau merasa puas dengan tubuhnya. Ketidakpuasan lebih banyak dialami di beberapa bagian tubuh tertentu. Kegagalan mengalami kateksis tubuh menjadi salah satu penyebab timbulnya konsep diri yang kurang baik dan kurangnya harga diri selama masa remaja (Hurlock, 1990: 211). Dengan maksud untuk menghindari dari masalah yang dihadapi tersebut banyak remaja merokok. Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang bahagia (Mu`ttadin, 2002). Anak-anak dari keluarga bahagia akan memiliki harga diri tinggi karena mengalami perasaan nyaman yang berasal dari penerimaan, cinta, dan tanggapan positif orang tua mereka. Sedangkan pengabaian dan penolakan akan membuat remaja secara otomatis merasa tidak berharga (Clemes, dkk, 1995: 20). Karena merasa tidak berharga, diacuhkan dan tidak hargai maka remaja akan mengalami perasaan negatif terhadap dirinya sendiri. Bagi mereka merokok merupakan salah satu cara yang dapat mengurangi perasaan negatif yang dirasakannya. Menurut Silvan Tomkins (1991) memang banyak orang yang menggunakan rokok untuk mengurangi perasaan negatif, rokok dianggap sebagai penyelamat. Mereka menggunakan rokok bila perasaan tidak enak terjadi sehingga terhindar dari perasaan yang lebih tidak enak (Bali Post, 2003). Survei dilakukan terhadap anak sekolah menunjukkan bahwa mereka yang kurang pandai di sekolah kebanyakan adalah perokok. Mereka akan berusaha membuat dirinya tampak dewasa untuk mengkompensasi kegagalan mereka di kelas (Armstrong, 1995: 24). Penelitian yang dilakukan Ruth Weston dengan membandingkan remaja yang tidak merokok, remaja yang merokok memiliki harga diri lebih rendah dan cenderung melawan orang tua mereka (Family Matters no.36 December 1993, pp. 40-42). Fenomena merokok di Indonesia memang sudah sangat memprihatinkan dan kini sudah merambah ke anak-anak sekolah.Di sejumlah tempat seperti warung nasi, terminal atau tempat-tempat nongkrong, sering dijumpai sekumpulan siswa berseragam putih biru (SLTP), putih abu-abu (SLTA) bahkan siswa Sekolah Dasar bersenda gurau sambil berlomba "mengepulkan asap". Kita mungkin bertanya, dari mana mereka bisa mendapatkan rokok tersebut? Untuk tahap pertama, mereka mungkin saja merokok karena pemberian teman. Namun begitu kecanduan, kebutuhan merokok pun meningkat. Dari pemberian kemudian harus membeli sendiri. Bagi mereka yang memiliki uang saku lebih, tidak ada masalah untuk membeli sebungkus atau dua bungkus rokok. Tapi bagaimana mereka yang uang saku dari orang tuanya sangat terbatas atau hanya cukup untuk biaya naik kendaraan umum dan makan siang. Bisa saja desakan kebutuhan terhadap rokok semakin mendorong sebagian siswa mengambil langkah salah, seperti membohongi atau menipu orang tua. Bahkan sangat mungkin karena demi rokok, ada di antaranya terjerumus pada tindakan kriminal seperti mencuri atau memeras (Pikiran Rakyat, 2003) Remaja adalah generasi penerus pembangunan bangsa dan sebagai sumber daya manusia (SDM) pada masa mendatang. Mereka harus menjadi generasi berkualitas, memiliki keunggulan, kompetetif, dan kemampuan bertahan serta berkembang dalam terpaan ancaman pengaruh globalisasi seperti merokok. Status kesehatan bagi remaja merupakan komponen yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Status kesehatan yang optimal akan membentuk generasi-generasi yang berbadan sehat dan berjiwa sehat. Oleh karena itu, remaja harus memiliki penghargaan yang tinggi akan dirinya. Remaja harus membangun rasa percaya diri, kemampuan menyelesaikan masalah, kemampuan mengambil sikap dan mengatasi tekanan situasi atau tekanan teman sebaya pada saat muncul 'godaan' yang menjerumuskan pada seks bebas, narkoba, bahkan mulai dari penolakan terhadap rokok. Remaja sebagai generasi penerus tampaknya perlu untuk memiliki nilai yang tepat bagaimana seharusnya bersikap, karena sikap memiliki hubungan yang erat dengan perilaku. Dari permasalahan tersebut di atas, penulis berkeinginan untuk mengadakan penelitian tentang hubungan antara harga diri dengan sikap terhadap perokok pada remaja awal. B. Rumusan Masalah Sehubungan dengan latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya adalah apakah ada hubungan antara harga diri dengan sikap terhadap perokok pada remaja awal? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan sikap terhadap perokok pada remaja awal. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat teoritis Dapat memberikan sumbangan pengetahuan yang berarti bagi khasanah ilmu pengetahuan terutama psikologi sosial dan psikologi perkembangan. 2. Manfaat praktis a. Bagi orang tua Dapat memberikan informasi dan gambaran tentang harga diri remaja, sikap remaja terhadap perokok dan bahaya merokok. b. Bagi pendidik Memberikan sumbangan informasi dan gambaran tentang bahaya merokok, harga diri remaja dan sikap remaja terhadap perokok. c. Bagi remaja Memberikan informasi dan gambaran kepada remaja tentang pentingnya harga diri, bahaya merokok dan bagaimana seharusnya remaja bersikap terhadap perokok.

manfaat salat duha


Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada sedekahnya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka, yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua rakaat yang dilakukannya dari Shalat Dhuha.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud)Abu Hurairah r.a. berkata, “Kekasihku, Muhammad Saw. Berwasiat kepadaku agar melakukan tiga hal: Berpuasa tiga hari pada setiap bulan(Hijriah, yaitu puasa putih atau Bidl, tanggal 13,14,15), dua rakaat shalat Dhuha, dan agar aku melakukan shalat Witir dulu sebelum tidur.” (HR Bukhari-Muslim).Rasulullah Saw. bersabda: “Shalat Dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim)

Buraidah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu,maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Peregangan sungguh mutlak diperlukan, untuk kesiapan kita menyongsong hari penuh tantangan. Dan, Rasulullah Saw. menyinggungnya dengan ungkapan santun: “hak dari setiap persendian.” Semuanya cukup dengan dua rakaat dhuha.

Shalat memang memiliki kombinasi unik dari tiap gerakannya bagi tubuh. Hanya saja untuk Dhuha, waktunyalah yang memang unik; waktu ketika tubuh memerlukan energy namun juga harus bersiap menghadang stress yang menerpa.

Dr. Ebrahim Kazim-seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy-menyatakan, “Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve.” Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap system kardiovaskular.

Itulah peregangan dan persiapan untuk menghadapi tantangan, tapi bedanya dengan olah raga biasa adalah: pahalanya luar biasa! Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda, Allah ‘azza wa jalla berfirman: “Wahai anak Adam kerjakanlah shalat empat rakaat kepada-Ku pada permulaan siang niscaya Aku akan member kecukupan kepadamu sampai akhir siang.” (HR at-Tirmidzi).

Terlebih lagi shalat Dhuha tidak hanya berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi hari dengan rangkaian gerakan teraturnya, tapi juga menangkal stress yang mungkin timbul dalam kegiatan sehari-hari, sesuai dengan keterangan dr. Ebrahim Kazim tentang shalat: “Simultaneously, tension is relieved in the mind due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others.”

Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengelurakan zat-zat seperti enkefalin dan endorphin. Zat ini sejenis morfin,termasuk opiate. Efek keduanya juga tidak berbeda dengan opiate lainnya. Bedanya, zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.

Jika barang-barang terlarang macam morfin bisa memberi rasa senang-namun kemudian mengakibatkan ketagihan disertai segala efek negatifnya- endorphin dan enkefalin tidak. Ia memberi rasa bahagia, lega, tenang, rileks, secara alami. Menjadikan seseorang tampak ebih optimis, hangat, menyenangkan, serta seolah menebarkan aura ini kepada lingkungan di sekelilingnya.

Subhanallah….Maka, shalat Dhuha-lah, peregangan sekaligus pereda stress. Inilah rehat yang tidak sekadar rehat. Daripada sekadar duduk-duduk mengobrol, ayo rehat dengan ber-Dhuha dan segera kembali beraktivitas setelahnya. Kemudian, rasakan bedanya!.Semoga bermanfaat teman….Referensi : Ramadhani, Egha Z. 2007. Superhealth: Gaya Hidup Sehat Rasulullah. Yogyakarta: Pro-U Media.

Diposkan oleh MedisAngkasa

menyalah gunakan takdir


Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata:

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِيْنَ مِنَ الرِّجاَلِ بِالنِّساَءِ، وَالْمُتَشَبِّهاَتِ مِنَ النِّساَءِ بِالرِّجاَلِ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Al-Bukhari no. 5885, 6834)

Ath-Thabari rahimahullah memaknai sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas dengan ucapan: “Tidak boleh laki-laki menyerupai wanita dalam hal pakaian dan perhiasan yang khusus bagi wanita. Dan tidak boleh pula sebaliknya (wanita menyerupai laki-laki).” Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah menambahkan: “Demikian pula meniru cara bicara dan berjalan. Adapun dalam penampilan/ bentuk pakaian maka ini berbeda-beda dengan adanya perbedaan adat kebiasaan pada setiap negeri. Karena terkadang suatu kaum tidak membedakan model pakaian laki-laki dengan model pakaian wanita (sama saja), akan tetapi untuk wanita ditambah dengan hijab. Pencelaan terhadap laki-laki atau wanita yang menyerupai lawan jenisnya dalam berbicara dan berjalan ini, khusus bagi yang sengaja. Sementara bila hal itu merupakan asal penciptaannya maka ia diperintahkan untuk memaksa dirinya agar meninggalkan hal tersebut secara berangsur-angsur. Bila hal ini tidak ia lakukan bahkan ia terus tasyabbuh dengan lawan jenis, maka ia masuk dalam celaan, terlebih lagi bila tampak pada dirinya perkara yang menunjukkan ia ridla dengan keadaannya yang demikian.” Al-Hafidz rahimahullah mengomentari pendapat Al-Imam An-Nawawi rahimahullah yang menyatakan mukhannats yang memang tabiat/ asal penciptaannya demikian, maka celaan tidak ditujukan terhadapnya, maka kata Al-Hafidz rahimahullah, hal ini ditujukan kepada mukhannats yang tidak mampu lagi meninggalkan sikap kewanita-wanitaannya dalam berjalan dan berbicara setelah ia berusaha menyembuhkan kelainannya tersebut dan berupaya meninggalkannya. Namun bila memungkinkan baginya untuk meninggalkan sifat tersebut walaupun secara berangsur-angsur, tapi ia memang enggan untuk meninggalkannya tanpa ada udzur, maka ia terkena celaan.” (Fathul Bari, 10/345)

foto di perankan oleh tman2 kita .
untuk itu terimakasi atas partisipasinya .
semoga para pemuda/pemudi bangsa kita lebih sadar akan kodrat yg mereka miliki .
amiiin

Rabu, 08 September 2010

OTak

Otak memiliki peranan yang cukup penting dalam tubuh kita. Karena secara keseluruhan tubuh kita dipengaruhi oleh otak. Area – area penting di otak yang dalam terlibat pada proses EMOSI adalah:

Amigdala

Bentuknya seperti amandel kecil yang bentuknya lebih tajam, terletak sebelah dalam regio lobus temporal, dan berhubungan dengan hipokampus, nukleus septal, are prefrontal dan nukleus medialis dorsalis dari talamus. Hubungan ini membuat amidgdala berperanan penting dalam menghubungan dan mengontrol aktivitas yang bersifat persahabatan, cinta kasih, ekspresi perasaan , terutama rasa takut, kemarahan dan agresiv.

Amigdala, menjadi pusat identifikasi dari bahaya dan merupakan dasar dari pertahanan diri. Pada binatang , ketika amigdala terpicu, akan memunculkan perasaan takut dan kecemasan yang membuat binatang waspada, dan bersiap untuk fight atau flight . Percobaan, dengan membuang kedua amigdala pada binatang akan menyebabkan menghilangnya rasa cinta kasih, dan tidak mengenal bahaya. Manusia yang mengalami gangguan pada amigdala akan menyebabkan arti cinta kasih , dalam arti tahu akan orang tetapi tidak dapat memutuskan apakah dia menyukai orang itu atau tidak.

Hipokampus
Terlibat dalam fenomena memori, terutama untuk pembentukan memori jangka panjang. Bila kedua hipokampus dirusak maka tidak ada proses untuk menyimpan memori, orang akan cepat lupa terhadap informasi yang baru saja diberikan. Dengan adanya hipokampus , binatang dapat membandingkan keadaan sekarang dan keadaan masa lalu, untuk mendapat pilihan yang terbaik untuk menyelamatkan kelangsungan hidupnya.

Fornix and Girus Parahipokampal
Keduanya sangat penting berhubungan pada jalur sistem limbik

Talamus and Hipotalamus
Talamus
Lesi atau perangsangan pada nukleus dorsal medial dan anterior talamus akan disertai dengan perubahan emosi. Dan ini bukan disebabkan oleh talamus itu sendiri, tetapi berhubungan dengan sistem limbik . Nukleus dorsomedial berhubungan dengan area prefrontal dan hipotalamus. Nukleus anterior berhubungan dengan mamilari bodies , melalui fornix berhubungan dengan girus singulatum dan hipokampus, yang berhubungan dengan memori.

Hipotalamus
Struktur ini berhubungan dengan fungsi-fungsi vegetatif , seperti pengaturan suhu, seksualitas, pertahan hidup, lapar dan haus. Dan juga dipercayai mempengaruhi emosi. Khususnya pada bagian lateral terlibat dalam kesenangan dan kemarahan, sementara bagian medial terlibat dalam rasa yang tidak disukai dan tidak disenangi dan kecenderungan tidak terkontrol dan tertawa keras.
Bagaimanapun juga sebetulnya hipotalamus merupakan ekpresi emosi dimana dengan melewati hipotalamus , akan memeperkuat perasaan emosi

Girus Singulatum
Terletak didaerah medial otak antara sulkus singulat dan korpus kalosum ( yang merupakan penghubung kedua hemisfer otak). Merupakan pusat pengenalan bau dan tanda yang menyenangkan. Juga berpartisipasi dalam reaksi emosi yang berhubungan dengan nyeri dan perilaku agresiv. Binatang buas akan menjadi jinak bila dilakukan pembuangan pada daerah ini ( Cingulectomy)

Brainstem
Batang otak merupakan daerah yang bertanggung jawab untuk reaksi emosi yang berhubungan dengan refleks ( terutama pada vertebrae inferior seperti reptil dan amfibi). Pada bagian ini terdapat formasio retikularis dan lokus seruleus, yang menghasilkan nor epinefrin. Nor epinefrin sangat penting untuk stress, tidak hanya sebagai kewaspadaan untuk kelangsungan hidup tetapi juga menjaga siklus tidur.

Tegmentum Anterior
Daerah ini terdapat di batang otak bagian mesensefalik yang terdiri dari serabut-serabut yang menghasilkan dopamin yang berakhir di nukleus akumbens. Perangsangan pada serabut ini akan menyebabkan perasaan menyenangkan , hampir sama dengan orgasmus. Pada individu dengan gangguan genetik dengan penurunan D2 ( dopamin) di nukleus akumben akan menunjukkan ketidak mampuan dalam kegembiraan, mereka akan seperti pecandu alkohol, adiksi kokain.

Septum
Septum terletak di anterior talamus. Didalamnya terdapat pusat orgasmus ( empat untuk wanita dan satu untuk pria ). Daerah ini terutama berhubungan dengan perasaan menyenangkan seperti pengalaman seksual.

Prefrontal
Area ini banyak berhubungan dengan sistem limbik, dan merupakan pusat ekspresi dari status afektiv. Dimana pada kerusakan pada bagian ini akan kehilangan konsentrasi dan pikiran abstrak, gangguan bicara dan tidak dapat memecahkan masalah. Bila seseorang dilakukan operasi prefrontal lobektomi untuk pengobatan pada gangguan psikiatri, maka orang tersebut akan kehilangan kesenangan, kesedihan, harapan dan keputus asaan yang disebut status ” affective buffer”.

Selasa, 07 September 2010

modifikation



,















Almahfudzot lil fashli atsaniy

¤ الحَثُّ عَلَى التَعَلُّم ¤
PERINTAH MENUNTUT ILMU.


َالجَاهِلُ صَغِيْرٌ وَإِنْ كَانَ شَيْخًا
# Orang yg bodoh akan nampak kecil (tak berwibawa) meski dia dewasa (lanjut usia)

العَالِمُ كَبِيْرٌ وَإِنْ كَانَ حَدَثًا#
Sedangkan orang yg berilmu pasti akan berwibawa, meski sejatinya dia beusia muda.

وَلَيْسَ أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ #
Tidak akan pernah sama orang yg Berilmu dengan orang yg bodoh (even didlm kemsyarakatan)

تَعَلَّمْ فَلَيْسَ المَرْءُ يُوْلَدُ عَالِمًا#

Makahendaklah menuntut ilmu, krn manusia terlahir dlm keadaan jahil.

وَإِنَّ كَبِيْرَ القَوْمِ لاَعِلْمَ عِنْدَه#
صَغِيْرٌ إِذَا الْتَفَّتْ عَلَيْهِ المَحَافِلُ #
ُ
Bangsa yg besar tdk akan dipandang berwibawa oleh bangsa lain, jika bangsa itu terdiri dari manusia2 yg msh jahiliyah (bodoh).





َ¤
أدبُ الْمُجَالَسَة ¤
ADAB SOPAN-SANTUN BERGAUL



إِنْ أَنْتَ جَالَسْتَ الرِجَالَ ذَوِي النُهَى#
Jika anda sedang bergaul dengan orang yg berilmu (berwibawa) maka..


فَاجْلِسْ إِلَيْهِمْ بِالكَمَالِ مُؤَدَّبًا #
bergaulah dng adab dan tatakrama.


وَاجْعَلْ حَدِيْثَكَ إِنْ نَطَقْتَ مُهَذَّبًا #
dan hati-hatilah berbicara dan berkatalah dengan sopan.

وَاسْمَعْ حَدِيْثَهُمْ إِذَا هُمْ حَدَّثُوْا#
Dengar dan simaklah baik2 jika orang Alim sdang brbcara.
َّ




¤ الشرف بالأدب ¤
KEWIBAWAAN ITU DENGAN AKHLAQ (al-karimah).e
ِ

لاَتَنْظُرَنَّ ِلأَثْوَابٍ عَلَى أَحَد#
Jangan memandang kemuliaan wibawa seseorang itu hanya dari hartanya.


إِنْ رُمْتَ تَعْرِفَهُ فَانْظُرْ إِلىَ الأَدَبِ #
Jika ingin melihat hakekat kemuliaan seseorang, maka lihatlah adab dan akhlaknya.

ٍ
وَمَا الحُسْنُ فيِ وَجْهِ الفَتَى شَرَفًا لَه
Sebab kebaikan yg ditanpakkan seseorang adlh fatamorgana.

ٍ
إِنْ لَمْ يَكُنْ فيِ فِعْلِهِ وَ الخَلاَئِقِ #
jika kebaikan tsb tidak didasari atas akhlak n budipekerti yg mulia.

ُ
وَ لْيَنْظُرَنَّ إِلَى مَنْ دُوْنَهُ مَالاً #
Dan hendaklah melihat orang yg dibawah (dlm urusan duniawi)


فَلْيَنْظُرَنَّ إِلىَ مَنْ فَوْقَهُ أَدَبًا#
Maka lihatlah Orang yg Beradab budi n akhlaknya (dlm urusan akhirat)




¤ قالَ اْلإِمَامُ الشَّافِعِي رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ ¤
PETUAH DAN NASIHAT AL-IMAM SYAFI'I R.A (tentang ilmu).¤



شَكَوْتُ إِلىَ وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْظِي#
Seseorang mengadu kpd imam tntng masalah kesulitan menghapal.


فَأَرْشَدَنِي إِلىَ تَرْكِ المَعَاصِيْ #
Dan sang imam pun menganjurkan untuk senantiasa meninggalkan maksiat (hal2 yg buruk-berdosa, sekecil apapun)d.


وَ أَخْبَرَنِيْ بِأَنَّ العِلْمَ نُوْر#
Beliau jg menasihati bahwa, 'ilmu' itu adlh anugerah 'cahaya' nikmat dari Allah.

و نور الله لا يهدى للعاصى
Dan 'cahaya' karunia nikmat Allah takkan bs tercurah kepada seseorang yg masih suka bermaksiat (bebuat keburukan, sekecil apapun, kburukan itu).

ٌ



Wallahu 'alam bishowab.

Almahfudzot lil fashli al-aula

1. مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ
1. Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia


2. مَنْ جَدَّ وَجَدَ
2. Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia

.
3. مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
3. Barang siapa sabar beruntunglah ia

.
4. مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ
4. Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya.


5. جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ
5. Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.


6. مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ
6. Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan.


7. وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ
7. Tidak kenikmatan kecuali setelah kepayahan.


8. الصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلىَ كُلِّ عَمَلٍ
8. Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.


9. جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا
9. Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang tahu.


10. اُطْلُبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَّحْدِ
10. Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.


11. بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ
11. Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.


12. الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ
12. Waktu itu lebih mahal daripada emas.


13. العَقْلُ السَّلِيْمُ فيِ الجِسِْم السَّلِيْمِ
13. Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat.


14. خَيْرُ جَلِيْسٍ فيِ الزَّمَانِ كِتَابٌ
14. Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.


15. مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
15. Barang siapa menanam pasti akan memetik (mengetam).

16. خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ
16. Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.


17. لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ
17. Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang.


18. العِلْمُ فيِ الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلىَ الحَجَرِ
18. Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, bagaikan ukiran di atas batu.


19. لَنْ تَرْجِعَ الأَياَّمُ الَّتيِ مَضَتْ
19. Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.


20. تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا
20. Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.


21. العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَر
21. Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah.


22. الاتِّحَادُ أَسَاسُ النَّجَاحِ
22. Bersatu adalah pangkal keberhasilan.


23. لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْناً
23. Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah penolong baginya.


24. الشَّرَفُ بِالأَدَبِ لاَ بِالنَّسَبِ
24. Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti) bukan dengan keturunan.


25. سَلاَمَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ
25. Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya (perkataannya).


26. آدَابُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ
26. Adab seseorang itu lebih baik (lebih berharga) daripada emasnya.


27. سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِي
27. Kerusakan budi pekerti/akhlaq itu menular.


28. آفَةُ العِلْمِ النِّسْياَنُ
28. Bencana ilmu itu adalah lupa.


29. إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ
29. Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya.


30. لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ
30. Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan.


31. أَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ
31. Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik padamu.


32. فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ
32. Berpikirlah dahulu sebelum kamu berkemauan (merencanakan).


33. مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ
33. Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia.


34. مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا
34. Barang siapa menggali lobang, akan terperosoklah ia di dalamnya.


35. عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ
35. Musuh yang pandai, lebih baik daripada kawan yg jahil.


36. مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
36. Barang siapa banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah temannya.


37. اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلاً فَنَدَامَةُ العُقْبىَ لِمَنْ يَتَكاَسَلُ
37. Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermala-malas dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malas.


38. لاَ تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلىَ الغَدِ مَا تَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اليَوْمَ
38. Janganlah mengakhirkan pekerjaanmu hingga esok hari, yang kamu dapat mengejakannya hari ini.


39. اُتْرُكِ الشَّرَّ يَتْرُكْكَ
39. Tinggalkanlah kejahatan, niscaya ia (kejahatan itu) akan meninggalkanmu.


40. خَيْرُ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً وَأَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
40. Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia.


41. فيِ التَّأَنِّي السَّلاَمَةُ وَفيِ العَجَلَةِ النَّدَامَةُ
41. Di dalam hati-hati itu adanya keselamatan, dan di dalam tergesa-gesa itu adanya penyesalan.


42. ثَمْرَةُ التَّفْرِيْطِ النَّدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَّلاَمَةُ
42. Buah sembrono/lengah itu penyesalan, dan buah cermat itu keselamatan.


43. الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ
43. Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu, adalah suatu perangai orang yang mulia (terhormat).

44. فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
44. Pahala/imbalan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama dengannya.


45. تَرْكُ الجَوَابِ عَلىَ الجَاهِلِ جَوَابٌ
45. Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah jawabannya.


46. مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
46. Barang siapa manir tutur katanya (perkataannya) banyaklah temannya.

47. إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الكَلاَمُ
47. Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya.


48. مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلاَ عَيْبٍ بَقِيَ بَلاَ أَخٍ
48. Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai teman.


49. قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا
49. Katakanlah yang benar itu, walaupun pahit.


50. خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ
50. Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu.


51. خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَاطُهَا
51. Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahanya (yang sedang saja).


52. لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ
52. Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat.


53. إِذاَ لمَ ْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
53. Apabila engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu (apa yang engkau kehendaki).


54. لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلِ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلاً
54. Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir.


55. لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِي قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلِ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
55. Bukanlah anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tapi (sebenarnya) yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti.


56. لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَلاَمٍ جَوَابٌ
56. Setiap pekerjaan itu ada upahnya, dan setiap perkataan itu ada jawabannya.


57. وَعَامِلِ النَّاسَ بِمَا تُحِبُّ مِنْهُ دَائِماً
57. Dan pergaulilah manusia itu dengan apa-apa yang engkau sukai daripada mereka semuanya.


58. هَلَكَ امْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ
58. Hancurlah seseorang yang tidak tahu dirinya sendiri.


59. رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِبُ
59.Pokok dosa itu, adalah kebohongan.


60. مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ
60. Barang siapa menganiaya niscaya akan dianiaya.


61. لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنُا إِنَّ الجَمَالَ جمَاَلُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
61. Bukanlah kecantikan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya kecantikan itu ialah kecantikan dengan ilmu dan kesopanan.


62. لاَ تَكُنْ رَطْباً فَتُعْصَرَ وَلاَ يَابِسًا فَتُكَسَّرَ
62. Janganlah engkau bersikap lemah, sehingga kamu akan diperas, dan janganlah kamu bersikap keras, sehingga kamu akan dipatahkan.


63. مَنْ أَعاَنَكَ عَلىَ الشَّرِّ ظَلَمَكَ
63. Barang siapa menolongmu dalam kejahatan maka ia telah menyiksamu.


64. أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ
64. Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas :
1). Kecerdasan
2). Kethoma'an (terhadap ilmu)
3). Kesungguhan
4). Harta benda (bekal)
5). Mempergauli guru
6). Waktu yang panjang.


65. العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلاً
65. Bekerja itu membuat yang sukar menjadi mudah.


66. مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى
66. Barang siapa berhati-hati niscaya mendapatkan apa-apa yang ia cita-citakan.


67. اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصَّيْنِ
67. Carilah/tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina.


68. النَّظَافَةُ مِنَ الإِيْمَانِ
68. Kebersihan itu sebagian dari iman.


69. إِذَا كَبُرَ المَطْلُوْبُ قَلَّ المُسَاعِدُ
69. Kalau besar permintaannya maka sedikitlah penolongnya.


70. لاَ خَيْرَ فيِ لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَماً
70. Tidak ada baiknya sesuatu keenakan yang diiringi (oleh) penyesalan.


71. تَنْظِيْمُ العَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الوَقْتِ
71. Pengaturan pekerjaan itu menabung sebanyak separohnya waktu.


72. رُبَّ أَخٍ لَمْ تَلِدْهُ وَالِدَةٌ
72. Berapa banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh satu ibu.


73. دَاوُوْا الغَضَبَ بِالصُّمْتِ
73. Obatilah kemarahan itu dengan diam.


74. الكَلاَمُ يَنْفُذُ مَالاَ تَنْفُذُهُ الإِبَرُ
74. Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum.


75. لَيْسَ كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَباً
75. Bukan setiap yang mengkilat itu emas.


76. سِيْرَةُ المَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ
76. Gerak-gerik seseorang itu menunjukkan rahasianya.


77. قِيْمِةُ المَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ
77. Harga seseorang itu sebesar (sama nilainya) kebaikan yang telah diperbuatnya.


78. صَدِيْقُكَ مَنْ أَبْكَاكَ لاَ مَنْ أَضْحَكَكَ
78. Temannmu ialah orang yang menangiskanmu (membuatmu menangis) bukan orang yang membuatmu tertawa.


79. عَثْرَةُ القَدَمِ أَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ
79. Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah.


80. خَيْرُ الكَلاَمِ مَا قَلَّ وَدَلَّ
80. Sebaik-baik perkataan itu ialah yang sedikit dan memberi penjelasannya/jelas.


81. كُلُّ شَيْئٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلاَّ الأَدَبَ
81. Segala sesuatu apabila banyak menjadi murah, kecuali budi pekerti.


82. أَوَّلُ الغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ
82. Permulaan marah itu adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan.

enjoy the beach atmosphere

enjoy the beach atmosphere

roam anywhere

roam anywhere
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More