This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 08 September 2010

OTak

Otak memiliki peranan yang cukup penting dalam tubuh kita. Karena secara keseluruhan tubuh kita dipengaruhi oleh otak. Area – area penting di otak yang dalam terlibat pada proses EMOSI adalah:

Amigdala

Bentuknya seperti amandel kecil yang bentuknya lebih tajam, terletak sebelah dalam regio lobus temporal, dan berhubungan dengan hipokampus, nukleus septal, are prefrontal dan nukleus medialis dorsalis dari talamus. Hubungan ini membuat amidgdala berperanan penting dalam menghubungan dan mengontrol aktivitas yang bersifat persahabatan, cinta kasih, ekspresi perasaan , terutama rasa takut, kemarahan dan agresiv.

Amigdala, menjadi pusat identifikasi dari bahaya dan merupakan dasar dari pertahanan diri. Pada binatang , ketika amigdala terpicu, akan memunculkan perasaan takut dan kecemasan yang membuat binatang waspada, dan bersiap untuk fight atau flight . Percobaan, dengan membuang kedua amigdala pada binatang akan menyebabkan menghilangnya rasa cinta kasih, dan tidak mengenal bahaya. Manusia yang mengalami gangguan pada amigdala akan menyebabkan arti cinta kasih , dalam arti tahu akan orang tetapi tidak dapat memutuskan apakah dia menyukai orang itu atau tidak.

Hipokampus
Terlibat dalam fenomena memori, terutama untuk pembentukan memori jangka panjang. Bila kedua hipokampus dirusak maka tidak ada proses untuk menyimpan memori, orang akan cepat lupa terhadap informasi yang baru saja diberikan. Dengan adanya hipokampus , binatang dapat membandingkan keadaan sekarang dan keadaan masa lalu, untuk mendapat pilihan yang terbaik untuk menyelamatkan kelangsungan hidupnya.

Fornix and Girus Parahipokampal
Keduanya sangat penting berhubungan pada jalur sistem limbik

Talamus and Hipotalamus
Talamus
Lesi atau perangsangan pada nukleus dorsal medial dan anterior talamus akan disertai dengan perubahan emosi. Dan ini bukan disebabkan oleh talamus itu sendiri, tetapi berhubungan dengan sistem limbik . Nukleus dorsomedial berhubungan dengan area prefrontal dan hipotalamus. Nukleus anterior berhubungan dengan mamilari bodies , melalui fornix berhubungan dengan girus singulatum dan hipokampus, yang berhubungan dengan memori.

Hipotalamus
Struktur ini berhubungan dengan fungsi-fungsi vegetatif , seperti pengaturan suhu, seksualitas, pertahan hidup, lapar dan haus. Dan juga dipercayai mempengaruhi emosi. Khususnya pada bagian lateral terlibat dalam kesenangan dan kemarahan, sementara bagian medial terlibat dalam rasa yang tidak disukai dan tidak disenangi dan kecenderungan tidak terkontrol dan tertawa keras.
Bagaimanapun juga sebetulnya hipotalamus merupakan ekpresi emosi dimana dengan melewati hipotalamus , akan memeperkuat perasaan emosi

Girus Singulatum
Terletak didaerah medial otak antara sulkus singulat dan korpus kalosum ( yang merupakan penghubung kedua hemisfer otak). Merupakan pusat pengenalan bau dan tanda yang menyenangkan. Juga berpartisipasi dalam reaksi emosi yang berhubungan dengan nyeri dan perilaku agresiv. Binatang buas akan menjadi jinak bila dilakukan pembuangan pada daerah ini ( Cingulectomy)

Brainstem
Batang otak merupakan daerah yang bertanggung jawab untuk reaksi emosi yang berhubungan dengan refleks ( terutama pada vertebrae inferior seperti reptil dan amfibi). Pada bagian ini terdapat formasio retikularis dan lokus seruleus, yang menghasilkan nor epinefrin. Nor epinefrin sangat penting untuk stress, tidak hanya sebagai kewaspadaan untuk kelangsungan hidup tetapi juga menjaga siklus tidur.

Tegmentum Anterior
Daerah ini terdapat di batang otak bagian mesensefalik yang terdiri dari serabut-serabut yang menghasilkan dopamin yang berakhir di nukleus akumbens. Perangsangan pada serabut ini akan menyebabkan perasaan menyenangkan , hampir sama dengan orgasmus. Pada individu dengan gangguan genetik dengan penurunan D2 ( dopamin) di nukleus akumben akan menunjukkan ketidak mampuan dalam kegembiraan, mereka akan seperti pecandu alkohol, adiksi kokain.

Septum
Septum terletak di anterior talamus. Didalamnya terdapat pusat orgasmus ( empat untuk wanita dan satu untuk pria ). Daerah ini terutama berhubungan dengan perasaan menyenangkan seperti pengalaman seksual.

Prefrontal
Area ini banyak berhubungan dengan sistem limbik, dan merupakan pusat ekspresi dari status afektiv. Dimana pada kerusakan pada bagian ini akan kehilangan konsentrasi dan pikiran abstrak, gangguan bicara dan tidak dapat memecahkan masalah. Bila seseorang dilakukan operasi prefrontal lobektomi untuk pengobatan pada gangguan psikiatri, maka orang tersebut akan kehilangan kesenangan, kesedihan, harapan dan keputus asaan yang disebut status ” affective buffer”.

Selasa, 07 September 2010

modifikation



,















Almahfudzot lil fashli atsaniy

¤ الحَثُّ عَلَى التَعَلُّم ¤
PERINTAH MENUNTUT ILMU.


َالجَاهِلُ صَغِيْرٌ وَإِنْ كَانَ شَيْخًا
# Orang yg bodoh akan nampak kecil (tak berwibawa) meski dia dewasa (lanjut usia)

العَالِمُ كَبِيْرٌ وَإِنْ كَانَ حَدَثًا#
Sedangkan orang yg berilmu pasti akan berwibawa, meski sejatinya dia beusia muda.

وَلَيْسَ أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ #
Tidak akan pernah sama orang yg Berilmu dengan orang yg bodoh (even didlm kemsyarakatan)

تَعَلَّمْ فَلَيْسَ المَرْءُ يُوْلَدُ عَالِمًا#

Makahendaklah menuntut ilmu, krn manusia terlahir dlm keadaan jahil.

وَإِنَّ كَبِيْرَ القَوْمِ لاَعِلْمَ عِنْدَه#
صَغِيْرٌ إِذَا الْتَفَّتْ عَلَيْهِ المَحَافِلُ #
ُ
Bangsa yg besar tdk akan dipandang berwibawa oleh bangsa lain, jika bangsa itu terdiri dari manusia2 yg msh jahiliyah (bodoh).





َ¤
أدبُ الْمُجَالَسَة ¤
ADAB SOPAN-SANTUN BERGAUL



إِنْ أَنْتَ جَالَسْتَ الرِجَالَ ذَوِي النُهَى#
Jika anda sedang bergaul dengan orang yg berilmu (berwibawa) maka..


فَاجْلِسْ إِلَيْهِمْ بِالكَمَالِ مُؤَدَّبًا #
bergaulah dng adab dan tatakrama.


وَاجْعَلْ حَدِيْثَكَ إِنْ نَطَقْتَ مُهَذَّبًا #
dan hati-hatilah berbicara dan berkatalah dengan sopan.

وَاسْمَعْ حَدِيْثَهُمْ إِذَا هُمْ حَدَّثُوْا#
Dengar dan simaklah baik2 jika orang Alim sdang brbcara.
َّ




¤ الشرف بالأدب ¤
KEWIBAWAAN ITU DENGAN AKHLAQ (al-karimah).e
ِ

لاَتَنْظُرَنَّ ِلأَثْوَابٍ عَلَى أَحَد#
Jangan memandang kemuliaan wibawa seseorang itu hanya dari hartanya.


إِنْ رُمْتَ تَعْرِفَهُ فَانْظُرْ إِلىَ الأَدَبِ #
Jika ingin melihat hakekat kemuliaan seseorang, maka lihatlah adab dan akhlaknya.

ٍ
وَمَا الحُسْنُ فيِ وَجْهِ الفَتَى شَرَفًا لَه
Sebab kebaikan yg ditanpakkan seseorang adlh fatamorgana.

ٍ
إِنْ لَمْ يَكُنْ فيِ فِعْلِهِ وَ الخَلاَئِقِ #
jika kebaikan tsb tidak didasari atas akhlak n budipekerti yg mulia.

ُ
وَ لْيَنْظُرَنَّ إِلَى مَنْ دُوْنَهُ مَالاً #
Dan hendaklah melihat orang yg dibawah (dlm urusan duniawi)


فَلْيَنْظُرَنَّ إِلىَ مَنْ فَوْقَهُ أَدَبًا#
Maka lihatlah Orang yg Beradab budi n akhlaknya (dlm urusan akhirat)




¤ قالَ اْلإِمَامُ الشَّافِعِي رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ ¤
PETUAH DAN NASIHAT AL-IMAM SYAFI'I R.A (tentang ilmu).¤



شَكَوْتُ إِلىَ وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْظِي#
Seseorang mengadu kpd imam tntng masalah kesulitan menghapal.


فَأَرْشَدَنِي إِلىَ تَرْكِ المَعَاصِيْ #
Dan sang imam pun menganjurkan untuk senantiasa meninggalkan maksiat (hal2 yg buruk-berdosa, sekecil apapun)d.


وَ أَخْبَرَنِيْ بِأَنَّ العِلْمَ نُوْر#
Beliau jg menasihati bahwa, 'ilmu' itu adlh anugerah 'cahaya' nikmat dari Allah.

و نور الله لا يهدى للعاصى
Dan 'cahaya' karunia nikmat Allah takkan bs tercurah kepada seseorang yg masih suka bermaksiat (bebuat keburukan, sekecil apapun, kburukan itu).

ٌ



Wallahu 'alam bishowab.

Almahfudzot lil fashli al-aula

1. مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ
1. Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia


2. مَنْ جَدَّ وَجَدَ
2. Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia

.
3. مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
3. Barang siapa sabar beruntunglah ia

.
4. مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ
4. Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya.


5. جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ
5. Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.


6. مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ
6. Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan.


7. وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ
7. Tidak kenikmatan kecuali setelah kepayahan.


8. الصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلىَ كُلِّ عَمَلٍ
8. Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.


9. جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا
9. Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang tahu.


10. اُطْلُبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَّحْدِ
10. Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.


11. بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ
11. Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.


12. الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ
12. Waktu itu lebih mahal daripada emas.


13. العَقْلُ السَّلِيْمُ فيِ الجِسِْم السَّلِيْمِ
13. Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat.


14. خَيْرُ جَلِيْسٍ فيِ الزَّمَانِ كِتَابٌ
14. Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.


15. مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
15. Barang siapa menanam pasti akan memetik (mengetam).

16. خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ
16. Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.


17. لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ
17. Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang.


18. العِلْمُ فيِ الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلىَ الحَجَرِ
18. Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, bagaikan ukiran di atas batu.


19. لَنْ تَرْجِعَ الأَياَّمُ الَّتيِ مَضَتْ
19. Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.


20. تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا
20. Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.


21. العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَر
21. Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah.


22. الاتِّحَادُ أَسَاسُ النَّجَاحِ
22. Bersatu adalah pangkal keberhasilan.


23. لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْناً
23. Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah penolong baginya.


24. الشَّرَفُ بِالأَدَبِ لاَ بِالنَّسَبِ
24. Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti) bukan dengan keturunan.


25. سَلاَمَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ
25. Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya (perkataannya).


26. آدَابُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ
26. Adab seseorang itu lebih baik (lebih berharga) daripada emasnya.


27. سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِي
27. Kerusakan budi pekerti/akhlaq itu menular.


28. آفَةُ العِلْمِ النِّسْياَنُ
28. Bencana ilmu itu adalah lupa.


29. إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ
29. Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya.


30. لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ
30. Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan.


31. أَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ
31. Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik padamu.


32. فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ
32. Berpikirlah dahulu sebelum kamu berkemauan (merencanakan).


33. مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ
33. Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia.


34. مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا
34. Barang siapa menggali lobang, akan terperosoklah ia di dalamnya.


35. عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ
35. Musuh yang pandai, lebih baik daripada kawan yg jahil.


36. مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
36. Barang siapa banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah temannya.


37. اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلاً فَنَدَامَةُ العُقْبىَ لِمَنْ يَتَكاَسَلُ
37. Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermala-malas dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malas.


38. لاَ تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلىَ الغَدِ مَا تَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اليَوْمَ
38. Janganlah mengakhirkan pekerjaanmu hingga esok hari, yang kamu dapat mengejakannya hari ini.


39. اُتْرُكِ الشَّرَّ يَتْرُكْكَ
39. Tinggalkanlah kejahatan, niscaya ia (kejahatan itu) akan meninggalkanmu.


40. خَيْرُ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً وَأَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
40. Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia.


41. فيِ التَّأَنِّي السَّلاَمَةُ وَفيِ العَجَلَةِ النَّدَامَةُ
41. Di dalam hati-hati itu adanya keselamatan, dan di dalam tergesa-gesa itu adanya penyesalan.


42. ثَمْرَةُ التَّفْرِيْطِ النَّدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَّلاَمَةُ
42. Buah sembrono/lengah itu penyesalan, dan buah cermat itu keselamatan.


43. الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ
43. Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu, adalah suatu perangai orang yang mulia (terhormat).

44. فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
44. Pahala/imbalan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama dengannya.


45. تَرْكُ الجَوَابِ عَلىَ الجَاهِلِ جَوَابٌ
45. Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah jawabannya.


46. مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
46. Barang siapa manir tutur katanya (perkataannya) banyaklah temannya.

47. إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الكَلاَمُ
47. Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya.


48. مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلاَ عَيْبٍ بَقِيَ بَلاَ أَخٍ
48. Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai teman.


49. قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا
49. Katakanlah yang benar itu, walaupun pahit.


50. خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ
50. Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu.


51. خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَاطُهَا
51. Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahanya (yang sedang saja).


52. لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ
52. Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat.


53. إِذاَ لمَ ْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
53. Apabila engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu (apa yang engkau kehendaki).


54. لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلِ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلاً
54. Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir.


55. لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِي قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلِ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
55. Bukanlah anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tapi (sebenarnya) yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti.


56. لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَلاَمٍ جَوَابٌ
56. Setiap pekerjaan itu ada upahnya, dan setiap perkataan itu ada jawabannya.


57. وَعَامِلِ النَّاسَ بِمَا تُحِبُّ مِنْهُ دَائِماً
57. Dan pergaulilah manusia itu dengan apa-apa yang engkau sukai daripada mereka semuanya.


58. هَلَكَ امْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ
58. Hancurlah seseorang yang tidak tahu dirinya sendiri.


59. رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِبُ
59.Pokok dosa itu, adalah kebohongan.


60. مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ
60. Barang siapa menganiaya niscaya akan dianiaya.


61. لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنُا إِنَّ الجَمَالَ جمَاَلُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
61. Bukanlah kecantikan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya kecantikan itu ialah kecantikan dengan ilmu dan kesopanan.


62. لاَ تَكُنْ رَطْباً فَتُعْصَرَ وَلاَ يَابِسًا فَتُكَسَّرَ
62. Janganlah engkau bersikap lemah, sehingga kamu akan diperas, dan janganlah kamu bersikap keras, sehingga kamu akan dipatahkan.


63. مَنْ أَعاَنَكَ عَلىَ الشَّرِّ ظَلَمَكَ
63. Barang siapa menolongmu dalam kejahatan maka ia telah menyiksamu.


64. أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ
64. Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas :
1). Kecerdasan
2). Kethoma'an (terhadap ilmu)
3). Kesungguhan
4). Harta benda (bekal)
5). Mempergauli guru
6). Waktu yang panjang.


65. العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلاً
65. Bekerja itu membuat yang sukar menjadi mudah.


66. مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى
66. Barang siapa berhati-hati niscaya mendapatkan apa-apa yang ia cita-citakan.


67. اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصَّيْنِ
67. Carilah/tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina.


68. النَّظَافَةُ مِنَ الإِيْمَانِ
68. Kebersihan itu sebagian dari iman.


69. إِذَا كَبُرَ المَطْلُوْبُ قَلَّ المُسَاعِدُ
69. Kalau besar permintaannya maka sedikitlah penolongnya.


70. لاَ خَيْرَ فيِ لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَماً
70. Tidak ada baiknya sesuatu keenakan yang diiringi (oleh) penyesalan.


71. تَنْظِيْمُ العَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الوَقْتِ
71. Pengaturan pekerjaan itu menabung sebanyak separohnya waktu.


72. رُبَّ أَخٍ لَمْ تَلِدْهُ وَالِدَةٌ
72. Berapa banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh satu ibu.


73. دَاوُوْا الغَضَبَ بِالصُّمْتِ
73. Obatilah kemarahan itu dengan diam.


74. الكَلاَمُ يَنْفُذُ مَالاَ تَنْفُذُهُ الإِبَرُ
74. Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum.


75. لَيْسَ كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَباً
75. Bukan setiap yang mengkilat itu emas.


76. سِيْرَةُ المَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ
76. Gerak-gerik seseorang itu menunjukkan rahasianya.


77. قِيْمِةُ المَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ
77. Harga seseorang itu sebesar (sama nilainya) kebaikan yang telah diperbuatnya.


78. صَدِيْقُكَ مَنْ أَبْكَاكَ لاَ مَنْ أَضْحَكَكَ
78. Temannmu ialah orang yang menangiskanmu (membuatmu menangis) bukan orang yang membuatmu tertawa.


79. عَثْرَةُ القَدَمِ أَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ
79. Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah.


80. خَيْرُ الكَلاَمِ مَا قَلَّ وَدَلَّ
80. Sebaik-baik perkataan itu ialah yang sedikit dan memberi penjelasannya/jelas.


81. كُلُّ شَيْئٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلاَّ الأَدَبَ
81. Segala sesuatu apabila banyak menjadi murah, kecuali budi pekerti.


82. أَوَّلُ الغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ
82. Permulaan marah itu adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan.

Selasa, 17 Agustus 2010

MARHABAN YA RAMADHAN

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “marhaban” diartikan
sebagai “kata seru untuk menyambut atau menghormati tamu (yang
berarti selamat datang).” Ia sama dengan ahlan wa sahlan yang
juga dalam kamus tersebut diartikan “selamat datang.”

Walaupun keduanya berarti “selamat datang” tetapi
penggunaannya berbeda. Para ulama tidak menggunakan ahlan wa
sahlan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan, melainkan
“marhaban ya Ramadhan”.

Ahlan terambil dari kata ahl yang berarti “keluarga”,
sedangkan sahlan berasal dari kata sahl yang berarti mudah.
Juga berarti “dataran rendah” karena mudah dilalui, tidak
seperti “jalan mendaki”. Ahlan wa sahlan, adalah ungkapan
selamat datang, yang dicelahnya terdapat kalimat tersirat
yaitu, “(Anda berada di tengah) keluarga dan (melangkaLkar1
kaki di) dataran rendah yang mudah.”

Marhaban terambil dari kata rahb yang berarti “luas” atau
“lapang”, sehingga marhaban menggambarkan bahwa tamu disambut
dan diterima dengan dada lapang, penuh kegembiraan serta
dipersiapkan baginya ruang yang luas untuk melakukan apa saja
yang diinginkannya. Dari akar kata yang sama dengan
“marhaban”, terbentuk kata rahbat yang antara lain berarti
“ruangan luas untuk kendaraan, untuk memperoleh perbaikan atau
kebutuhan pengendara guna melanjutkan perjalanan.” Marhaban ya
Ramadhan berarti “Selamat datang Ramadhan” mengandung arti
bahwa kita menyambutnya dengan lapang dada, penuh kegembiraan;
tidak dengan menggerutu dan menganggap kehadirannya
“mengganggu ketenangan” atau suasana nyaman kita.

Marhaban ya Ramadhan, kita ucapkan untuk bulan suci itu,
karena kita mengharapkan agar jiwa raga kita diasah dan diasuh
guna melanjutkan perjalanan menuju Allah Swt.

Ada gunung yang tinggi yang harus ditelusuri guna menemui-Nya,
itulah nafsu. Di gunung itu ada lereng yang curam, belukar
yang lebat, bahkan banyak perampok yang mengancam, serta iblis
yang merayu, agar perjalanan tidak melanjutkan. Bertambah
tinggi gunung didaki, bertambah hebat ancaman dan rayuan,
semakin curam dan ganas pula perjalanan. Tetapi, bila tekad
tetap membaja, sebentar lagi akan tampak cahaya benderang, dan
saat itu, akan tampak dengan jelas rambu-rambu jalan, tampak
tempat-tempat indah untuk berteduh, serta telaga-telaga jernih
untuk melepaskan dahaga. Dan bila perjalanan dilanjutkan akan
ditemukan kendaraan Ar-Rahman untuk mengantar sang musafir
bertemu dengan kekasihnya, Allah Swt. Demikian kurang lebih
perjalanan itu dilukiskan dalam buku Madarij As-Salikin.

Tentu kita perlu mempersiapkan bekal guna menelusuri jalan
itu. Tahukah Anda apakah bekal itu? Benih-benih kebajikan yang
harus kita tabur di lahan jiwa kita. Tekad yang membaja untuk
memerangi nafsu, agar kita mampu menghidupkan malam Ramadhan
dengan shalat dan tadarus, serta siangnya dengan ibadah kepada
Allah melalui pengabdian untuk agama, bangsa dan negara.
Semoga kita berhasil, dan untuk itu mari kita buka lembaran
Al-Quran mempelajari bagaimana tuntunannya.

MAKNA SAUM

Puasa merupakan salah satu rukun Islam. Di dalam Al-Quran ada 2 kata, yaitu SHIYAM dan SHAUM. Kedua-duanya berasal dari kata yang sama, yang artinya menahan. Orang yang menahan diri disebut Shaim.

SHAUM di dalam Al-Quran berarti menahan diri untuk tidak bicara, sedangkan
SHIYAM di dalam Al-Quran berarti menahan diri dari hal-hal yang buruk menurut Allah

Seringkali kata dalam Al-Quran tapi pemaknaannya dipersempit oleh hokum (fiqh). Seperti shalat, sebenarnya bermakna doa. Tapi dalam hukum (fiqh) itu adalah gerakan tertentu yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Menurut fiqh, walaupun tidak khusyu tapi kalau sudah melakukan gerakan2 tertentu yg diawali takbir dan diakhiri salam, maka sudah bisa dikatakan itu shalat. Namun sebetulnya menurut Al-Quran, dia belum shalat yang sesungguhnya. Hukum hanya mengatur yang nampak saja, tapi tidak mengatur yang esensi.

Begitu juga dengan makna SHIYAM. Shiyam menurut hukum adalah tidak makan, minum dan seks sejak terbit matahari sampai terbenam matahari. Tapi sebenarnya makna dalam Al-Quran adalah bukan hanya sampai di situ, tapi juga menahan diri dari segala yang buruk.

Untuk apa SHIYAM ? Kata Allah dalam Al-Quran, adalah agar kita menjadi “Tattaqun”.Surat Al-Baqarah ayat 183. Apa arti Tattaqun ? Tattaqun adalah “kamu menjadi orang-orang yang terhindar dari segala bencana, musibah baik di dunia maupun di akhirat kelak”.

Manusia dalam hidupnya selalu menginginkan kesempurnaan. Orang yang kayapun ingin lebih kaya lagi. Orang menginginkan dirinya dan orang lain menjadi orang-orang yang terbaik dan lebih sempurna dari waktu ke waktu. Bahkan lingkungan tempat tinggalnya pun ingin lebih sempurna dan sempurna lagi. Karya-karya-nya pun disempurnakan terus menerus. Sesuatu dinilai sempurna jika memenuhi tiga hal, yaitu indah, baik dan benar.

Untuk kesempurnaan ini, manusia menemukan bahwa Allah itulah yang Maha Sempurna, karena itu manusia ingin meneladaniNya. (Mempunyai sifat yang Maha Sempurna, karya-karya Allah sangat sempurna dan penuh ketelitian. Allah itu Maha Baik, Maha Indah dan juga Dialah Kebenaran itu sendiri (Al-Haq). PerbuatanNya tidak ada kesalahan atau error disana sini, walaupun jutaan bahkan triliyunan karyaNya. Tidak ada kita mendengar God Error, tapi manusia selalu melakukan Human Error. Manusia ingin memperkecil kesalahan yang diperbuatnya, mengecilkan nilai Human Error. Berapa banyak musibah yang diakibatkan oleh Human Error. Manusia ingin sempurna seperti sempurnaNya sang Maha Sempurna. Manusia ingin meneladaniNya. –RED).

Puasa adalah upaya untuk meneladaniNya. Itulah yang dimaksud “Puasa untukKu, dan Akulah yang akan membalas-Nya” dalam sebuah hadits. Shalat, Zakat, Haji juga untuk Allah, namun semuanya bukan untuk meneladani Allah. Sedangkan Puasa adalah untuk meneladani Allah, agar menjadi sempurna.

Dalam menuju kesempurnaan lingkungan, metode menghilangkan kotoran adalah yang lebih diutamakan daripada menghiasinya. Begitu juga dengan sifat yang buruk dan dari hal-hal yang buruk itu lebih diutamakan untuk dibersihkan. Mana yang lebih dulu : menahan marah atau membaca Quran di bulan Ramadhan ? Jawabannya adalah menahan marah. Apa gunanya parfum jika belum mandi ? Dan umumnya masyarakat melakukan mandi dan pakai parfum namun masih main kotor pula. Ini adalah bahasa kiasan.

Apa hal yang buruk dalam diri manusia ? Yang tidak baik dari diri manusia adalah nafsu ammarah kepada keburukan. Puasa adalah untuk mengatur nafsu sehingga tidak selalu menjadi ammarah kepada keburukan, tapi menjadi nafsu yang muthmainnah dan nafsu yang selalu menyuruh kepada kebaikan.

JANGAN SEPERTI KELEDAI


Pernahkan Anda mendengar pepatah yang mengatakan “Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama dua kali.” Pepatah ini adalah suatu ungkapan kebodohan seseorang yang tidak mau mengambil hikmah dari kesalahan yang sama. Padahal, Nabi Muhammad saw. melarang kita berperilaku seperti keledai dari hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Dari Nabi saw., beliau bersabda: Seorang mukmin tidak boleh dua kali jatuh dalam lubang yang sama. (Shahih Muslim No.5317).

Bagaimana dalam kenyataannya? Ternyata banyak yang lebih parah, yaitu orang yang jatuh berkali-kali pada lubang yang sama, lebih dari dua kali. Disisi lain, banyak orang yang merasa tidak pernah jatuh dan dia merasa pintar. Padahal dia tidak jatuh sebab dia berada di lubang sehingga tidak mungkin jatuh lagi, kecuali ada lubang di dalam lubang.

Kasus yang pertama bisa terjadi dengan tiga kemungkinan

  1. Dia tidak pernah belajar dari kesalahan sebelumnya. Orang seperti tipe orang yang tidak mau menggunakan akal dan tidak mau belajar. Dia akan lebih fokus menyalah orang lain atau keadaan ketimbang mencari akar pemasalahan yang selalu ada pada dirinya.
  2. Dia tidak tahu kesalahan yang di lakukan. Biasanya jika penyebab kesalahan tidak nampak, ini sering terjadi jika penyakitnya ada di mindsetnya. Dia mungkin melakukan perbaikian, tetapi tidak pada mindsetnya, maka perbaikannya akan sia-sia saja.
  3. Dia tahu kesalahannya tetapi tidak melakukan perubahan. Ada orang seperti ini, kadang saya bingung menjelaskannya. “Koq ada sich orang kaya gini?” Mungkin, karena malas saja. Penyebab lainnya ialah kesalah pahaman terhadap takdir, dia katakan kalau dia hidup seperti itu sudah takdir. Tidak ada yang bisa diubah.

Kasus kedua adalah orang yang sebenarnya dia berada di dalam lubang. Dia tidak merasa jatuh sebab sudah ada dibawah lubang. Penyebabnya karena tidak sadar kalau dia sebenarnya berada dibawah. Mengapa sampai tidak sadar? Mungkin karena wawasan yang kurang. Dia kira kehidupan dia sudah baik dan wajar sehingga tidak perlu beranjak.

Untuk menghindari supaya kita tidak menjadi seperti keledai atau lebih parah maka kita perlu terus meningkatkan diri. Mulai meningkatkan wawasan, keterampilan, dan yang paling penting ialah pola pikir kita. Jangan pernah merasa sudah cukup, sebab itu sebuah kerugian. Jadikan, hari ini lebih baik dari hari kemarin.

BERHENTI SAAT MEMILIKI KEINGINAN..

Darimanakah datangnya sebuah keinginan? Keinginan datang dari hati yang selalu bolak balik. Bisa jadi sebuah keinginan itu adalah keinginan yang baik atau sebaliknya. Sayangnya kita sering kali tidak melihat sesuatu dibalik keinginan karena perhatian kita fokus pada keinginan, bukan pada apa yang ada dibalik keinginan.

Para ahli pemasaran atau penjualan sering mengatakan bahwa keputusan seseorang membeli sesuatu, lebih sering disebabkan oleh keinginan. Kemudian, logika membenarkan keinginan tersebut. Emosi seringkali lebih berperan dalam mengambil keputusan dibandingkan dengan pikiran atau logika.

Jika keinginan selalu kita turuti, artinya hidup kita akan dikendalikan oleh emosi. Emosi datang dari hawa nafsu yang rentan dipengaruhi oleh faktor luar (teruma syaithon). Pikiran bawah sadar kita, bisa menerima informasi jauh lebih cepat dibandingkan pikiran sadar. Sehingga pola yang terbentuk dalam pikiran bawah sadar, sering kali tidak kita sadari. Keinginan datang dari sana, dengan pola yang tidak kita sadari. Maukah kita turuti saja?

Jika keinginan selalu kita turuti, artinya kita tidak bisa mengendalikan hidup kita. Hidup kita akan terombang ambing sebagaimana terbolak-baliknya hati kita. Peran logika atau akal akan terabaikan atau hanya sebagai pembenaran keinginan kita. Sungguh, kita mangabaikan potensi akal yang sudah Allah berikan kepada kita.

Jika kita ingin lebih mengendalikan hidup kita, ke arah yang lebih baik sesuai dengan apa yang kita inginkan, maka kita harus mengoptimalkan peran akal sebelum kita bertindak. Caranya ialah berhentilah saat memiliki keinginan. Jangan langsung kita turuti. Renungkan terlebih dahulu, apakah keinginan ini membawa kepada kebaikan atau tidak. Tahukah Anda, hanya sedikit orang yang melakukan hal ini. Kebanyakan orang bergerak seperti robot, hidupnya diarahkan oleh berbagai faktor luar yang masuk ke dalam pikiran bawah sadar kita, tanpa kita sadari.

Saya tahu, banyak orang yang menyangkal hal ini. Mereka mengaku bahwa hidup mereka tidak seperti robot. Mereka mengaku bahwa mereka selalu menggunakan akal pikiran sebelum bertindak. Semua pengakuan ini, karena fokus mereka hanya pada tindakan-tindakan yang mereka lakukan secara sadar. Mereka tidak memperhatikan apa yang mereka lakukan secara tidak sadar, seolah tidak pernah ada. Namanya juga tidak sadar. Padahal, menurut beberapa literatur yang saya baca, lebih dari 90% tindakan kita dilakukan tanpa sadar.

Al-Hasan Rahimahullah berkata, “Semoga Allah merahmati hamba-Nya yang berhenti di saat berkeinginan. Jika karena Allah maka ia laksanakan dan jika karena selain-Nya maka ia tinggalkan.” [Dikutip dari buku Manajemen Qalbu, Ibnu Qayyim Al Jauziyyah]

Masihkah Anda selalu menuruti semua keinginan Anda?

Berhenti saat memiliki keinginan adalah salah satu teknik dalam manajemen qalbu sehingga qalbu Anda akan menjadi qalbun salim, hati yang sehat. Kita semua sudah tahu tentang sumber kebaikan, yaitu hati yang baik. Hadistnya begitu populer,

Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh itu ada segumpal daging, apabila baik daging itu maka baik pula seluruh tubuh dan bila rusak maka rusak pula seluruh tubuh, ketahuilah segumpal daging itu adalah qalbu. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Siapa yang tidak tahu hadits diatas? Tapi sejauh mana kita mengaplikasikannya? Salah satunya ialah dengan menahan diri saat memiliki keinginan. Setiap keinginan muncul, renungkanlah apakah keinginan ini akan membawa kepada kebaikan, keburukan, keberhasilan, kegagalan, keridhaan Allah, atau kemurakaan Allah?

enjoy the beach atmosphere

enjoy the beach atmosphere

roam anywhere

roam anywhere
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More